Selasa, 25 Oktober 2016

ARP poisoning using Python and Scapy

Posted by Nava Gia Ginasta On 03.40
Latar Belakang
Ada juga Address Resolution Protocol (ARP) spoofing, juga dikenal sebagai ARP Poison Routing (APR), adalah suatu teknik yang digunakan untuk menyerang Ethernet kabel atau jaringan nirkabel. ARP Spoofing dapat memungkinkan seorang penyerang untuk mengendus frame data pada jaringan area lokal (LAN), memodifikasi lalu lintas,
atau menghentikan lalu lintas sama sekali (dikenal sebagai denial of service attack). Serangan hanya dapat digunakan pada jaringan yang benar-benar memanfaatkan ARP dan bukan metode lain resolusi alamat.

Prinsip ARP spoofing adalah dengan pengiriman palsu, atau "palsu", ARP pesan ke Ethernet LAN. Pada umumnya, tujuannya adalah untuk mengasosiasikan alamat MAC penyerang dengan alamat IP node lain (seperti default gateway). Setiap lalu lintas yang dimaksudkan untuk alamat IP akan keliru dikirim ke penyerang saja. Penyerang dapat kemudian memilih untuk meneruskan lalu lintas ke default gateway sebenarnya (pasif sniffing) atau memodifikasi data sebelum meneruskan itu (man-in-the-tengah serangan). Penyerang juga dapat melancarkan serangan denial-of-service attack terhadap korban dengan mengasosiasikan alamat MAC yang tidak ada ke alamat IP gateway default korban. Serangan spoofing ARP dapat dijalankan dari host dikompromikan, atau dari mesin penyerang yang terhubung langsung ke target segmen Ethernet.

Solusi untuk mencegah IP spoofing adalah dengan cara mengamankan packet-packet yang ditransmisikan dan memasang screening policies. Enkripsi Point-to-point juga dapat mencegah user yang tidak mempunyai hak untuk membaca data/packet. Autentikasi dapat juga digunakan untuk menyaring source yang legal dan bukan source yang sudah di spoof oleh attacker. Dalam pencegahan yang lain, Admininistrator dapat menggunakan signature untuk paket-paket yang berkomunikasi dalam networknya sehingga meyakinkan bahwa paket tersebut tidak diubah dalam perjalanan.

Anti Spoofing rules(peraturan anti spoof) yang pada dasarnya memberitahukan server untuk menolak packet yang datangnya dari luar yang terlihat datangnya dari dalam, umumnya hal ini akan mematahkan setiap serangan spoofing.

Kesimpulan dan Saran
Pengamanan jaringan belum tentu bisa mengamankan suatu jaringan supaya tidak diretas tapi bisa disitulah diuji seorang IT Support, maka hanya bisa mencegah saja.
Nama : Nava Gia Ginasta
Kelas  : D4-TI / 3D
Politeknik Pos Indomesia
Matakuliah : Keamanan Jaringan
Link Github :

Referensi :
http://www.aviran.org/arp-poisoning-python-scapy/
https://www.academia.edu/6775927/Keamanan_Sistem_Informasi_Studi_Spoofing_TUGAS_Ini_Diajukan_sebagai_salah_satu_syarat_Kelulusan_matakuliah_Pada_Program_Studi_Sistem_Informasi_Manajemen_Informatika_Fakultas_Teknik_dan_Ilmu_Komputer?auto=download

Rabu, 19 Oktober 2016

Cara membuat SSH, Repository, Organization di GITHUB

Posted by Nava Gia Ginasta On 08.12

Latar Belakang :

    GitHub adalah sebuah layanan penyedia layanan coding atau informasi sourcode yang bisa memudahkan seseorang untuk mengupload sebuah codingan atau script yang dapat dilihat secara umum(publik) atau secara tersembunyi(private). Biasanya sourcode yang dipublish adalah tutorial atau sempel dari sebuah bahasa pemrograman atau sebuah file yang bisa diakses oleh banyak orang, selain itu GitHub juga dapat membuat Organisasi/Team yang dimana bisa memudahkan para pengkoding yang mempunyai project yang bisa di akses oleh anggota team lainnya.
      Selain itu GitHub juga bisa mengepush sebuah project dengan perintah yang sudah disediakan oleh GitHubnya itu sendiri, yang dimana bisa melakukan menggunakan Http ataupun SSH pada Git Bash pada saat mengepush

Solusi Masalah :
        Dalam penggunaan GitHub perlu adapatsi terlebih dahulu yang dimana biasa penggunaan flashdisk untuk memindahkan sourcode atau file, sekarang harus mulai menggunakan GitHub yang bisa memudahkan untuk pengaksesan ataupun pengeditan suatu project.

Kesimpulan dan Saran :
        GitHub memudahkan setiap orang yang melakukan pembuatan project IT yang bisa diakses oleh Team ataupun Umum.
        Harus digunakan disetiap institusi yang bergelut dibidang IT, karena sekarang sudah zamannya pengefisienan waktu dalam pembuatan, pengeditan suatu sourcode.

Nama : Nava Gia Ginasta
Kelas  : D4-TI / 3D
Politeknik Pos Indomesia
Matakuliah : Kapital Selekta
Link Github :
https://github.com/navagigs/Kapital-Selekta



Referensi :
http://www.awangga.net/

Scan plagiarisme:

Jumat, 14 Oktober 2016

Data Spasial (Vektor & Raster) GIS

Posted by Nava Gia Ginasta On 03.47

Latar Belakang
Sistem Informasi Geografi (SIG) atau Geographic Information System (GIS) adalah suatu sistem informasi yang dirancang untuk bekerja dengan data yang bereferensi spasial atau berkoordinat geografi atau dengan kata lain suatu SIG adalah suatu sistem basis data dengan kemampuan khusus untuk menangani data yang bereferensi keruangan (spasial) bersamaan dengan seperangkat operasi kerja.

Tujuan pokok dari pemanfaatan Sistem Informasi Geografis adalah untuk mempermudah mendapatkan informasi yang telah diolah dan tersimpan sebagai atribut suatu lokasi atau obyek. Ciri utama data yang bisa dimanfaatkan dalam Sistem Informasi Geografis adalah data yang telah terikat dengan lokasi dan merupakan data dasar yang belum dispesifikasi.

Penyajian data spasial mempunyai tiga cara dasar yaitu dalam bentuk titik, bentuk garis dan bentuk area (polygon). Titik merupakan kenampakan tunggal dari sepasang koordinat x,y yang menunjukkan lokasi suatu obyek berupa ketinggian, lokasi kota, lokasi pengambilan sample dan lain-lain. Garis merupakan sekumpulan titik-titik yang membentuk suatu kenampakan memanjang seperti sungai, jalan, kontus dan lain-lain. Sedangkan area adalah kenampakan yang dibatasi oleh suatu garis yang membentuk suatu ruang homogen, misalnya: batas daerah, batas penggunaan lahan, pulau dan lain sebagainya.

Struktur data spasial dibagi dua yaitu model data raster dan model data vektor. Data raster adalah data yang disimpan dalam bentuk kotak segi empat (grid)/sel sehingga terbentuk suatu ruang yang teratur. Data vektor adalah data yang direkam dalam bentuk koordinat titik yang menampilkan, menempatkan dan menyimpan data spasial dengan menggunakan titik, garis atau area (polygon).

Solusi Masalah
Untuk mengembangkan pembuatan gambar geografis memerlukan raster atau vector untuk pembuatan suatu objek lokasi suatu obyek berupa ketinggian, lokasi kota, karena dengan raster atau vector kita bisa membuat pola dengan yang kita inginkan.

Kesimpulan dan Saran
Sistem Informasi Geografis ini bisa membuat peta dan objek lokasi suatu obyek berupa ketinggian, lokasi kota, yang kita inginkan.
Pembuatan dan pengimplementasiannya harus nyata dan langsung supaya mudah dimengerti


Nama : Nava Gia Ginasta
Kelas  : D4-TI / 3D
Politeknik Pos Indomesia
Link Github :

About Me

Foto Saya
Saya hidup sederhana.. tapi saya ingin SUKSES

About